May 22, 2024

InfoAlima

Portal berita online

Maksimalkan Peran BUMDes, Desa Giri Agung Jalin Kerjasama Dengan Bulog

2 min read

Kades Giri Agung, Supriadi.

Infoalima.com, TENGGARONG – Pemerintah Desa Giri Agung di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berupaya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola usaha dan memasarkan hasil pertanian.

Hal tersebut dilakukan demi mewujudkan komitmen untuk mengembangkan sektor pertanian dan sumber daya manusia (SDM) di wilayah desa.

Apalagi, Desa Giri Agung dikenal memiliki sektor unggulan, seperti pertanian, perkebunan (kelapa sawit, karet, dan kelapa), serta peternakan sapi dan kambing.

Dengan potensi besar dalam sektor pertanian, perkebunan dan peternakan, pihak Desa Giri Agung berusaha melakukan sejumlah terobosan.

“Kami sudah dapat memastikan bahwa Desa Giri Agung mampu menjadi desa yang mandiri dalam hal pangan. Misalnya, kami sudah bisa memproduksi beras secara mandiri,” kata Kepala Desa Giri Agung, Supriadi.

Ia mengungkapkan, bahwa dalam satu tahun terakhir, hasil pertanian masyarakat desa mencapai lebih dari 900 ton.

Namun, hasil panen masih dijual oleh petani setempat kepada tengkulak lokal dalam bentuk gabah. Oleh karena itu, Supriadi berharap akan adanya perubahan dalam pengelolaan hasil pertanian desa.

Apalagi BUMDes Giri Agung telah menerima infrastruktur tambahan untuk pengolahan hasil pertanian, seperti penyediaan lantai jemur padi, serta pembangunan gudang dan Rice Milling Unit (RMU).

Selain itu, BUMDes Giri Agung telah mengintegrasikan izin usahanya langsung ke pemerintah pusat.

Izin usaha ini terkait dengan Kementerian Desa dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan telah resmi memiliki nomor induk berusaha (NIB) untuk pengelolaan sistem perdagangannya.

Dalam waktu dekat, BUMDes ini juga akan mengimplementasikan program sektor pertanian. Salah satu program yang direncanakan adalah mengendalikan harga beras dan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (BULOG).

“Upaya ini bertujuan agar petani dapat menerima harga yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), sehingga saat musim panen tiba, harga beras tidak mengalami penurunan yang signifikan,” ungkapnya. (ADV/Diskominfo Kukar)

Print Friendly, PDF & Email
Share Now

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *