June 13, 2024

InfoAlima

Portal berita online

DPMD Kukar Fokus pada Pemberdayaan Posyandu untuk Penanganan Stunting

2 min read

Kepala DPMD Kukar, Arianto.

Infoalima.com, TENGGARONG – Sebagai bagian dari strategi penanganan stunting di desa-desa Kutai Kartanegara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar telah mengalokasikan dana Bantuan Khusus Kepada Desa (BKKD) untuk memperkuat peran posyandu. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menekankan pentingnya posyandu dalam mencapai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) oleh Pemerintah Kabupaten Kukar.

Arianto menjelaskan bahwa posyandu, yang sebelumnya hanya mendapatkan dana operasional dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), kini dapat menerima insentif berkat hasil kajian Brida. Insentif ini diberikan untuk mendukung kegiatan bulanan posyandu dan pendataan sasaran seperti balita, ibu hamil, dan lansia. Program BKKD yang dimulai sejak perubahan anggaran 2023 ini, mencakup insentif dan biaya operasional posyandu, mengurangi ketergantungan pada APBDes.

“Dengan BKKD, APBDes dapat dialihkan untuk pembangunan dan kegiatan lain yang mendesak,” kata Arianto.

DPMD Kukar juga bertanggung jawab atas revitalisasi posyandu, yang meliputi pembangunan fisik bangunan posyandu. Kepercayaan ini diberikan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, dan Wakil Bupati, Rendi Solihin, yang menilai DPMD mampu membangun infrastruktur posyandu di lokasi yang telah disiapkan oleh desa.

Arianto menambahkan bahwa DPMD memiliki otoritas untuk pembangunan posyandu, yang telah mendapatkan persetujuan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Kami yakin bahwa kegiatan DPMD akan berdampak pada penurunan stunting di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan peran posyandu dalam penanganan stunting. Kader posyandu akan diberikan pelatihan dan insentif bulanan, serta dana operasional yang diperlukan untuk layanan kesehatan masyarakat.

“Kami bertekad untuk memastikan bahwa setiap elemen layanan kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan posyandu, mendapatkan perhatian yang sesuai,” tutup Arianto. (ADV/DPMD Kukar)

Print Friendly, PDF & Email
Share Now

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *