Penguatan Demokrasi Daerah Ke-4 di Balikpapan: H. Baba Bahas Tata Ruang Berkelanjutan
Infoalima.com, Balikpapan – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Baba, S.H., kembali menggelar acara Penguatan Demokrasi Daerah yang ke-4 tahun 2026. Kali ini, tema yang diangkat cukup strategis: tata ruang berkelanjutan untuk masa depan pembangunan daerah.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, pukul 20.00 WITA, tepatnya di RT 6 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota. Walau digelar selepas Isya, warga tampak antusias. Bukan hanya warga Klandasan Ulu, tapi juga sejumlah ketua RT dari Kelurahan Telaga Sari ikut hadir memenuhi lokasi.
Dalam sambutannya, H. Baba menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, demokrasi daerah harus diisi dengan diskusi konkret soal kebutuhan warga, salah satunya adalah kepastian tata ruang.
“Kita tidak bisa bangun daerah kalau tata ruangnya asal-asalan. Perlu keberpihakan pada kepentingan rakyat kecil, bukan cuma investor. Malam ini saya sengaja hadirkan narasumber yang paham lapangan,” ujar politisi dapil Balikpapan tersebut.
Narasumber yang dihadirkan adalah Johan’s Kadir Putra, seorang pemerhati perkotaan yang cukup dikenal di Balikpapan. Dalam paparannya, Johan menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan ruang terbuka hijau, terutama di kawasan padat seperti Klandasan dan sekitarnya.
“Seringkali warga tidak dilibatkan saat perencanaan tata ruang. Padahal mereka yang paling merasakan dampaknya, mulai dari banjir, kemacetan, hingga sulitnya akses udara bersih. Tata ruang berkelanjutan itu harus berpihak pada warga, bukan hanya angka pertumbuhan,” tegas Johan di hadapan para ketua RT.
Suasana diskusi berlangsung cair. Beberapa ketua RT dari Telaga Sari melontarkan pertanyaan soal pembangunan di kawasan pesisir dan status lahan yang kerap tumpang tindih. H. Baba yang juga anggota Komisi II DPRD Kaltim itu menjanjikan akan menindaklanjuti masukan tersebut ke tingkat provinsi.
“Kami catat semua. Penguatan demokrasi daerah ini bukti bahwa aspirasi dari RT dan kelurahan itu penting. Jangan sampai pembangunan hanya ditentukan dari atas tanpa mendengar suara bawah,” tambah H. Baba.
Acara baru usai sekitar pukul 22.00, ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Warga berharap kegiatan seperti ini rutin digelar, bukan hanya saat masa reses atau menjelang politik praktis.
“Saya senang, bapak anggota dewan mau duduk bareng kami malam-malam. Topiknya juga penting, bukan janji kosong. Mudah-mudahan ada tindak lanjut,” ujar Pak Rahmat, salah satu ketua RT di Klandasan Ulu.
Penguatan Demokrasi Daerah ke-4 ini menjadi rangkaian terbaru dari program H. Baba yang sejak awal masa jabatannya gencar menggelar dialog publik berbasis isu nyata, bukan sekadar seremonial.
