Samaranda , infoalima.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tak bisa menyembunyikan kekesalannya saat meresmikan Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri, Jumat (belum ada tanggal, bisa disesuaikan). Di hadapan para tamu undangan dan masyarakat, ia melontarkan kritik pedas terhadap praktik parkir liar yang dinilai sudah sangat meresahkan warga.
Dalam pidatonya, Andi Harun mengungkapkan kekesalannya karena pemerintah kota kerap menjadi sasaran kritik terkait persoalan parkir, sementara para pelaku parkir ilegal justru seolah kebal hukum dan tetap leluasa beroperasi. Ia menuding oknum juru parkir (jukir) liar sebagai biang keladi yang membuat situasi semakin kacau.
“Ini mereka dengar ini, jukir-jukir brengsek itu. Ya jelas brengsek kalau perbuatannya meresahkan masyarakat,” tegas Andi Harun sambil menunjuk ke arah deretan kendaraan yang diparkir sembarangan di luar GOR Segiri.
Namun, orang nomor satu di Samarinda itu memastikan bahwa kemarahannya hanya tertuju pada oknum jukir liar yang kerap memungut biaya seenaknya, bukan kepada petugas parkir resmi yang menjalankan tugas dengan baik dan tertib. Ia juga menyoroti dugaan adanya pembiaran terhadap praktik ilegal tersebut.
“Jangan sampai ada pembiaran, apalagi ada kerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan atau Dispora. Ini harus segera ditertibkan,” imbuhnya.
Pernyataan keras ini langsung mendapat perhatian dari masyarakat yang selama ini mengeluhkan ulah oknum parkir liar di sejumlah titik keramaian, terutama saat bulan Ramadan. Mereka berharap pemerintah kota segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Samarinda maupun pengelola GOR Segiri terkait pernyataan Wali Kota tersebut. Namun, Andi Harun memastikan akan menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penertiban secara tegas demi kenyamanan bersama.
