Presiden Kelima Republik Indonesia Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) memberikan paparan di forum Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Abu Dhabi, infoalima.com – Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali membawa pesan luhur bangsa Indonesia ke panggung dunia. Dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Megawati menegaskan bahwa nilai-nilai persaudaraan manusia sesungguhnya telah hidup dan mengakar dalam falsafah Pancasila.
“Bagi Indonesia, human fraternity bukanlah konsep baru,” tegas Megawati, Selasa (3/2) waktu setempat. Ia memaparkan bahwa intisari dari kelima sila Pancasila adalah semangat Gotong Royong, sebuah kearifan lokal yang terbukti mampu menyatukan keberagaman.
Indonesia, sebagai bangsa yang berdiri di atas lebih dari 17.000 pulau dengan 1.300 etnis dan ratusan bahasa, menurut Megawati, menjadikan Pancasila sebagai Leitstar atau bintang penuntun. Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan kerangka kerja universal yang hidup dalam praktik sehari-hari, menjamin keutuhan dan kedamaian.
“Kekokohan Indonesia terletak pada kesetiaan pada Pancasila,” ujarnya. Megawati menjelaskan bahwa sila-sila Pancasila secara holistik menggarisbawahi prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial yang berjalan beriringan dengan semangat persaudaraan.
Pidato Megawati ini semakin mengukuhkan posisi Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumsum dari peradaban Nusantara yang relevan untuk menjawab tantangan global, termasuk dalam merajut perdamaian dan dialog antarbangsa.
Sebagai putri Proklamator Bung Karno yang merumuskan Pancasila, Megawati konsisten menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai panduan berpolitik dan berbangsa. Kini, melalui PDI Perjuangan, ajaran Trisakti dan Pancasila terus diperjuangkan sebagai kompas menuju Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.
